SURVIVAL DIALEKTIKA MAHASISWA


 

SURVIVAL DIALEKTIKA MAHASISWA

(Ahmad Huda)

 

Assalamualaikum wr.wb Sahabat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin & Humaniora….

Selamat datang mahasiswa Survival yang di duga sebagai agen perubahan bukan agen rebahan, yang di mana untuk mengkritisi keadaan bukan hanya selfie dan berkeliaran, yang bertugas membahagiakan orang tua bukan hanya menghabiskan uangnya. Selamat datang Mahasiswa Survival di era yang penuh gengsi di mana keluar harus ke café dan tidak pernah tahu nasib petani. Di mana lagu-lagu lebay di agungkan tapi lagu pembebasan dilupakan. Di mana main game dianggap olahraga tapi membaca buku dianggap hanya hal biasa. Di mana ghibah menjadi rutinitas namun diskusi dan bacaan sudah hangus dianggap formalitas.

Selamat datang Mahasiswa Survival di era bobrok reformasi yang hanya berani demo melalui petisi tapi tidak pernah turun aksi membubarkan margade polisi yang selalu pintar bermain sosial media tapi tidak bijak membaca fakta. yang hanya peduli followers tapi acuh dengan kanan kirinya di mana endorse menjadi pencapaian namun perubahan diinjak dan dilupakan.

Selamat datang Mahasiswa Survival semoga kalian adalah orang-orang yang selalu berjuang dengan keikhlasan bukan dengan kepentingan gengsi yang akan kalian tunjukkan kepada teman-teman baru kalian. kalian adalah sebagai wadah yang akan menjadi aspirasi masyarakat,suara kalian akan menjadi penyambung pesan dari masyarakat.

Dalam kesempatan yang di berikan Tuhan kepada kita, kita hari ini di berikan sebuah jalan, yang mana jalan tersebut kita belum mengetahui arahnya. Ketika arah jalan itu memberikan dua sisi yang berbeda apa yang kita lakukan bagaimana kita mengetahui arah jalan yang benar dari dua sisi tersebut, sedangkan kita di paksa hanya memilih satu arah dari jalan tersebut. Setiap orang di bayangi rasa takut, meski wajah mereka terlihat seperti biasa-biasa saja. Tetapi di kepalanya, mereka juga sama menyimpan banyak tanda Tanya.

Pada setiap Mahasiswa tujuan yang mereka jalani, mereka pun mencemaskannya. Mungkinkah yang dilalui dapat sesuai harapan, ataukah sesampainya di sana mereka hanya mendapatkan kekecewaan.

Survival adalah sebuah cara bagaimana manusia bertahan hidup. Jika di ibaratkan ini sangat relevan sekali untuk Mahasiswa. Gejolak yang di hadapi mahasiswa adalah sebuah ketidak mampuan mereka dalam menyikapi bahasa tubuh dari mereka sendiri. Seharusnya ketika menjadi mahasiswa mereka mampu memahami alur perjalanan yang akan mereka tempuh. Mereka juga mampu memahami bagaimana cara agar mereka menjadi seorang yang berwibawa besar terhadap diri mereka sendiri, hari ini Mahasiswa mulai kehilangan kompas pada arah jalan pikirannya. ketika mereka sudah beranjak sebagai Mahasiswa mereka malah terperangkap di dalam sebuah jebakan ranjau yang mereka sendiri sadari namun mereka malah yang menjadi korban kebinasaan ranjau tersebut. Maka pentinglah sebagai Mahasiswa Survival yang mampu memahami arah jalan pikiran agar kemampuan dalam memahami sebagai Mahasiswa itu berdampak besar pada perubahan pola fikir yang baik karna lebih baik macet di jalan tol dari pada macet di jalan pikiran.

“Hidup itu perubahan” kata pepatah. Pepatah memang begitu, selalu bijak. Tapi bukan pepatah sok bijak yang ingin saya bahas, melainkan proposisi yang dikemukakannya. Membicarakan tentang perubahan, sebagai proses yang tak ke bersudahan adalah sebuah hukum dialektika Secara umum dialektika dapat didefinisikan sebagai sebuah gerak perkembangan ide/gagasan yang terus menerus berkembang selama proses kehidupan manusia. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Heraklitus, filsuf yunani kuno, yang menyatakan bahwa hidup ini selalu berkembang dan tidak statis. Ia menganalogikannya dengan seorang manusia yang menyeberangi sungai, ia akan terkena aliran air yang melaluinya. Aliran air yang mengenai kaki si manusia,bukanlah air yang sama.

Sekarang dapat kita lihat bagaimana kita menjadi mahasiswa, kita itu diibarkan sebagai orang yang berada di dalam hutan kemudian bagaiamana caranya kita keluar dari hutan tersebut dengan selamat, tentunya  jalan yang tidak membahayakan nyawa kita.  ketika kita ingin tahu arah jalan pulang dari hutan tersebut kita sudah memiliki bekal untuk kita keluar dari hutan tersebut. Begitu juga kita sebagai mahasiswa ketika kita sudah berada dalam lingkungan kampus berarti kita sudah mempersiapkan diri kita sebagai mahasiswa. Apa yang di persiapkan sebagai mahasiswa, apakah barang mewah, aksesoris yang mahal, jadi orang yang paling hebat, atau jadi mahasiswa yang di sukai banyak orang. Oh…ternyata bukan itu yang di bekali oleh mahasiswa, yang mereka siapkan adalah kemampuan mereka dalam personalitas, privilese, kredibel, dan relasi. Kemudian mampu mempertahankan aspek akademik nya, bagus dalam branding presentasinya, bagus dalam segi bahasa tubuh nya, menciptakan pemikir yang kritis pada dirinya dll.

Jadi begitulah cara untuk kita mengetahui bahwa kita adalah seorang Mahasiswa bukan lagi kita sebagai siswa yang kemaren kita sekolah hanya sekedar turun kemudian setelah sekolah selesai kita bermain sampai larut malam, ketika kita pulang kerumah habis dari kumpul sama teman-teman kita, kita tidak membawa sedikit pun tentang gagasan/ide yang akan kita tulis nantinya di dalam sejarah kehidupan kita sendiri. Maka hari ini jadilah Mahasiswa yang berpendidikan jangan jadi Mahasiswa yang Apatis. Ketika hari ini kita sebagai mahasiswa adalah keraguan yang di asumsikan oleh orang lain, maka tunjukkan lah bahwa keraguan yang di asumsikan oleh orang lain itu adalah sebuah keberhasilanmu dalam memahami aspek pengetahuan disiplin ilmu.

 

 

يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَئِنَّةُ  ٱرۡجِعِيٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةٗ مَّرۡضِيَّةٗ 

Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENJELASAN TAREKAT DAN TAWAJJUH

MENGENAL FILSUF MULLA SHADRA BIOGRAFI, PEMIKIRAN DAN KARYA-KARYANYA

IBNU ARABI ( Tinjauan Historis, Teologis dan Filosofis)