Abdullah Bin Saba dan Aliran Syi'ah siapakah mereka?

 

Siapakah Abdullah Bin Saba diakah pendiri aliran syiah?

 Ada yang mengatakan bahwa pendiri syi'ah bukanlah Abdullah bin Saba, namun pendapat lain ada juga mengatakan bahwa bukan Abdullah bin Saba pendiri syi'ah entah siapa yang benar, hanya Tuhanlah yang tahu. Tetapi yang jelas, Abdullah Bin Saba mempelopori atau sebagai pemimpin sekte syi'ah yang bernama sekte sabi'ah. Abdullah Bin Saba berkata bahwa Ali Bin Abi Thalib telah di beri wasiyat oleh Nabi Saw. Untuk menggantikan Rasulullah saw menjadi Khalifah. Ali di anggap sebagai Nabi juga, dan bahkan sebagai Tuhan. Ketika Abdullah bin Saba mendengar kewafatan Ali, dia berkata bahwa yang mati terbunuh itu bukan pribadi Ali, tetapi syaitanlah yang menyerupai beliau. Adapun Ali pribadinya naik ke atas langit.

 Menurut pengarang kitab Al-Mazahibul Islamiyah", Abu Zahrah,mengatakan bahwa golongan Syiah adalah suatu mazhab politik yang paling tua, lahir pada akhir pemerintahan Utsman, tumbuh dan bertambah tersebar dalam masa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib. Selanjutnya ia menerangkan, bahwa mazhab Syi'ah itu lahir pada waktu peperangan Jamal. Juga ia menerangkan, bahwa Syi'ah itu lahir bersamaan dengan lahirnya golongan khawarij. Thaha Husein dalam kitabnya "Ali Wa Banuhu" menerangkan, bahwa mazhab Syi'ah ini adalah sebuah mazhab siasat yang teratur di belakang Ali dan anak-anaknya, lahir dalam masa pemerintahan Hasan Bin Ali.

 Memang telah lama Abdullah Bin Saba' merongrong agama islam dari dalam. Benarlah kata pengarang kitab " Al-Mazabihul Islamiyah" di atas, Bahwa bibit-bibit Syi'ah telah tumbuh sejak jamannya. Khalifah Utsman.

Kepercayaan yang aneh-aneh di timbulkan oleh golongan Syi'ah Sabi'ah (Saba'iyah). Kecuali mengangkat Ali sebagai Tuhan, juga mengatakan bahwa bila terdengar petir, itulah suara Ali, dan bila ada halilintar (kilat), itulah cambuk Ali. Maka bila mereka mendengar petir, menjawablah mereka, "Wa'alaikumus Salam, Ya Amirul Mu'minin." Menurut mereka, akhir zaman Ali akan turun dari langit dan memenuhi keadilan.

 Adapun aliran-aliran di dalam syi'ah

 Dalam golongan Syi'ah, banyak tumbuh aliran-aliran kepercayaan. Ada empat golongan Syi'ah, yang masing-masing dari empat golongan itu terpecah atau tumbuh menjadi berpuluh-puluh apa saja aliran itu.

1. Aliran Gholiyah.

2. Aliran Rofidloh.

3. Aliran Zaidiyah.

4. Syi'ah Imamiyah.

 

 1. Aliran gholiyah

Aliran ini, amat keterlaluan. Karena menganggap Ali dan para imam mereka sebagai penjelmaan Tuhan di bumi, dan Tuhan itu telah hulul (incarnation) kedalam tubuh para pemimpin Syi'ah. Dan Tuhan juga tanasukh (re-incarnation) kepada para peminpin. Kedua kepercayaan ini adalah berasal dari ajaran Yahudi dan Nasrani, bahkan dari Hindu-Samani dan Majusi-Mani. Kepercayaan Yahudi mempersamakan Tuhan dengan Makhluk, tetapi kepercayaan Nasrani mempersamakan makhluk dengan Tuhan. Aliran Syi'ah Gholiyah ini terdiri dari 15 sekte, antara lain yang telah disebutkan di atas tadi, yakni Saba'iyah yang di pimpin Abdullah Bin Saba.

Sekte Bayaniyah yang di pelopori oleh Bayan Bin Sam'an percaya bahwa Ali bin Abi Thalib mempunyai sifat ke-Tuhanan dan sebahagian dari Tuhan nitis (menjelma) menjadi satu dengan badan Ali. Juga percaya bahwa Tuhan itu memiliki anggotan badan,tangan,kaki,wajah,telinga,mata,dsb.

 Sekte mughiriyah, di pimpin oleh Mughirah bin Sa'id Al-Bujali, yang mengaku bahwa ia pernah diangkat Tuhan ke langit, diberi hak untuk mentakwilkan Al-Qur’an. Barangsiapa yang tidak percaya kepadanya adalah kafir, dan ia menyuruh kepada para pengikutnya untuk mencekik leher orang-orang yang tidak percaya kepadanya.

Sekte Khothobiyah, dipelopori oleh Abul Khothob Bin Muhammad Bin Zainab Al-Asadi, dan setelah ia mati terbunuh digantikan oleh Ma’mar Bin Khoitsam. Sekte ini mengakui bahwa semua pemimpin adalah Nabi dan Tuhan, termasuk Ja’far Shodiq. Para pemimpin itu mempunyai sifat ketuhanan, berupa cahaya yang ada pada para Nabi dan pemimpin.

 

2.Aliran Rofidloh

 Aliran Syi’ah ini menolak ke-Khalifahan Abu Bakar dan Umar Bin Khattab, dan mengatakan semua sahabat yang tidak mengikuti Ali Bin Abi Thalib sebagai khalifah setelah Rasulullah adalah kafir belaka.

 Aliran ini percaya bahwa Imam Ali adalah ma’sum dalam bidang politik, dan mempunyai kepercayaan hulul dan tanasukh. Aliran Rafidloh ini terdiri dari 25 sekte, antara lain sekte kisaniyah, dipimpin oleh kisaan, pelayan Ali. Kecuali mempunyai kepercayaan tanasuh dan tahallul, juga berhak mentakwilkan Al-Qur’an semau hatinya.

Juga sekte Mukhtariyah, dipimpin oleh Mukhtar Bin Abi Ubaid, seorang sesat dan menyesatkan. Jelasnya sekte-sekte dalam aliran Rafidloh ini mempunyai ajaran yang bertentangan dengan ajaran islam.

 

 

3.Aliran Zaidiyah

Aliran ini mengikuti Zaid Bin Ali Bin Husein Bin Ali r.a., yang mempunyai kepercayaan bahwa pemimpin negara harus di tangan keturunan Fatimah. Aliran ini percaya bahwa Tuhan itu syai-un ( suatu benda). Tetapi tidak sama dengan segala benda dan segala benda tidak ada yang menyamai Tuhan. Tuhan itu mengetahui, tetapi pengetahuannya bukan Tuhan dan bukan lainnya dan pengetahuannya adalah suatu benda.

 Tuhan itu kuasa tetapi kekuasaannya bukan Tuhan dan bukan lainnya, kekuasaannya adalah suatu benda. Demikianlah selanjutnya sifat-sifat Tuhan bila duiraikan menurut kepercayaan mereka.

 Tuhan mengetahui tidak dengan pengetahuan, berkuasa tidak dengan kekuasaan, mendengar tidak dengan pendengaran.

 Amal perbuatan manusia itu tidak diciptakan dan ditimbulkan oleh Tuhan, tetapi manusia sendirilah yang mengadakan dan menimbulkan, dan melakukannya menurut kehendaknya.

 

4.Aliran Aqidah Syiah Imamiyah

  Konon, diantara aliran-aliran Syi’ah, yang agak dekat dengan golongan Ahlus Sunnah adalah Syi’ah Imamiyah ini. Namun Syi’ah tetap Syi’ah, disamping ada persamaannya dengan Ahlus Sunnah karena memang dasarnya sama mengaku islam, tetapi mempunyai perbedaan.

 Syi’ah Imamiyah atau Ja’fariyah ini juga sering dinamakan Itsna’Asyariyah, karena sekte Itsna’Asyariyah yang merupakan salah satu sekte dalam Syi’ah Imamiyah ini dipeluk oleh sebahagian besar kaum Syi’ah Imamiyah. Dan kepercayaan Itsna’Asyariayah juga sebahagian besar merupakan kepercayaan Imamiyah.

 Kaum Itsna’Asyariyah meyakini kesucian Imam dua belas (12), yang mendukung Imamahnya Musa Al-Kasim Bin Ja’far As Shadiq. Mereka membatasi para imam mereka sampai Imam yang ke-12, dimulai dari Imam Ali Bin Abi Thalib, kemudian diwasiyatkan kepada putranya Hasan Bin Ali, lalu kepada saudaranya Husein Bin Ali, seterusnya kepada putranya Ali Bin Husein atau Ali Zainal Abidin As-Sajjad, kepada putranya Muhammad Al-Bagir, kepada putranya Ja’far Shodiq, kepada putranya musa Al-Kasim, kepada putranya, Ali Ar-Ridho, kepada putranya Muhammad Al-Jawwad (Attaqi). Kepada putranya Ali Al-Hadi, kepada putranya Hasan Al-Askari, kepada putranya Muhammad Bin Hasan Al-Mahdi. Imam ke- 12, yakni yang terakhir bernama Al-Mahdi itu tidak meninggal dunia, tetapi masuk kedalam sebuah gua, dan kelak di akhir zaman akan keluar dan memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka mereka sampai sekarang menunggu-nunggu datangnya Al-Mahdi itu.

 Di antara sekte Syi’ah Imamiyah ialah Ismailiyah, yang mengambil imam dari keturunan Ali bernama Ismail Bin Ja’far As-Shadiq, mereka sangat jauh dari islam karena kepercayaan bercampur dengan kepercayaan Majusi, Hindhu Brahma, Kaldan, dsb.

 Ismailiyah percaya bahwa syariat itu dibagi dua : yang pertama lahir untuk rakyat, dan yang kedua batin yang hanya untuk imam maka imam mempunyai ilmu batin, yang berhak mentakwilkan Al-Qur’an. Imam itu tidak mesti ada orangnya, jadi boleh tak tampak orangnya. Namanya Imam Mahdi, yang harus di Imami dan di taati. Karena sewaktu-waktu akan muncul membela ummat, imam tak boleh di ganggu gugat. Mesti benar, apa yang dikatakan dosa bagi orang umum, tidak dosa bila dikerjakan Imam, sebab Imam mempunyai ilmu yang lain daripada ilmunya orang umum.

 Salah satu sekte Syi’ah Ismailiyah ialah golongan Khasysyasyin yang pada zaman perang salib membantu orang Kristen dan merugikan pasukan Islam.

 Dalam Syi’ah Imamiyah ini masih ada banyak sekte-sekte lagi yang kesemuanya mempunyai kepercayaan sesat dan menyesatkan. Demikianlah aliran Syi’ah yang merupakan penyelewengan dalam islam yang mula-mula, walaupun landasannya bermotif politik, tetapi ternyata menyangkut bidang Aqidah. Sampai sekarang kaum pemeluk Syi’ah yang terbesar adalah di negeri Iran. Kemudian Irak, Afganistan,Pakistan, Dan kemudian India. Mereka memuja-muja makam Imam-Imam mereka, dan terutama sekali bila tanggal 10 Muharram mereka memperingati atas terbunuhnya Cucu Nabi Muhammad SAW yakni Sayyidina Husein Bin Ali Abi Thalib  di karbala, mereka beramai-ramai pawai, menangisi kematian Husein dengan memukul-mukul muka dan seluruh badannya sampai berdarah. Para penziarah itu mabuk dan tak sadarkan diri karena meratapi Husein yang syahid. Pada tanggal 20 safar mereka mengadakan ziarah umum memperingati hari ke-40 atas kematian Husein, karena dahulu kepala Husein itu di penggal oleh tentara Yazid Bin Mu’awwiyah dan di bawa ke damasyiq. Baru pada hari ke-40-nya kepala Husein itu dikembalikan dan dkuburkan atau disatukan dengan badannya di kuburannya.

 Sekian dan terima kasih semoga bermanfaat juga menambahkan wawasan kita dalam kehidupan kita sehari-hari kita agar tidak salah dalam ber Aqidah.

Komentar

  1. MashaAllah, terimakasih artikelnya... Saya sangat terbantu😃🙏

    BalasHapus
  2. Subhanallah terima kasih teman
    Disamping nambah kegiatan saya ketika membaca
    Juga nambah pengetahuan dan ilmu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENJELASAN TAREKAT DAN TAWAJJUH

MENGENAL FILSUF MULLA SHADRA BIOGRAFI, PEMIKIRAN DAN KARYA-KARYANYA

IBNU ARABI ( Tinjauan Historis, Teologis dan Filosofis)